Berharap Kembalinya Mia Audina di Final
Jakarta - Susi Susanti menyebut Pia Zebadiah punya gaya permainan mirip Mia Audina. Menyusul sukses Indonesia melangkah ke final, akankah Pia melakoni peran hebat yang dimainkan Mia 14 tahun silam?
Pia menjadi penentu kemenangan Indonesia atas tim Uber Jerman dalam pertandingan semifinal yang dilangsungkan Kamis (15/5/2008). Bermain di game keempat, Pia tampil gemilang untuk menundukkan Karin Schnaase dengan straigt set 21-7 dan 21-16.
Pujian pun terarah ke pemain bernama lengkap Pia Zebadiah Bernadet itu. Menurut manajer Susi Susanti, pebulutangkis 22 tahun itu punya tingkat intelejensia di atas rata-rata, sesuatu hal yang mengingatkan dia pada Mia Audina.
“Pia pemain yang cerdik, mengingatkan kita pada Mia Audina. Dia pintar membaca situasi apalagi kalau sudah di atas angin, pintar memanfatkan keunggulan,” ungkap Susi dalam konferensi pers usai pertandingan.
Tahun 1994 Mia Audina adalah penentu kemenangan Tim Uber Indonesia atas Cina saat turnamen juga digelar di Istora, Senayan. Turun di game kelima, Mia yang kini memiliki kewarganegaraan Belanda memastikan Indonesia menang 3-2 setelah menundukkan Zhang Ning lewat pertarungan sengit sepanjang tiga set.
Setelah menjadi penentu keberhasilan timnya melangkah ke final, Pia tentu diharapkan bisa kembali menjadi penentu kemenangan Tim Uber Merah Putih yang lagi-lagi harus menghadapi Cina di final. Sebuah tugas yang mungkin juga bisa dimainkannya dengan baik karena, seperti diungkapkan Susi, punya kemiripan dengan Mia Audina.
Harapan tersebut bisa saja menjadi kenyataan karena dara 22 tahun itu ternyata terbiasa turun di laga penentu kemenangan timnya.
“Saya sudah pernah menjadi penentu kemenangan tim. Di Sea Games terakhir (Thailand, 2007) saya menjadi penentu kemenangan di final (beregu putri),” ungkap pebulutangkis berpostur 161 cm/57 kg itu.
(din/a2s)
Like this Post? Subscribe to our RSS Feed.


Leave a Reply