Soal Spam, Indonesia Tak Berdaya
Jakarta - Tingkat keparahan serbuan spam secara global ternyata masih merata. Khusus spammer (pengirim spam) lokal, 'sumbangsihnya' dinilai masih sedikit dan mereka pun punya keunikan tersendiri.
Demikian diungkapkan Johar Alam, Komisaris Utama International Data Center ketika berbincang dengan detikINET, Selasa (18/3/2008).
“Penetrasi spam lokal masih sedikit. Jadi kalau dipresentasikan, dari 100 spam yang diterima, spam lokalnya paling-paling cuma dua,” ujarnya.
Spam buatan asli orang Indonesia ini, dinilai Johar, juga punya ciri khas tersendiri. Yaitu sifatnya yang lebih informatif ketimbang spam asing. “Mungkin karena ketidaktahuan orang Indonesia, kalau spam promosi mereka itu lebih informatif, siapa yang mengirimkan jelas,” imbuh pria yang juga pernah menjabat wakil sekjen APJII ini.
Seperti kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi target serbuan spam. Jumlahnya dari tahun ke tahun pun semakin menggila. Johar memperkirakan dari email yang ada di inbox pengguna, rata-rata sekitar 70-80 persennya diisi oleh spam.
Sayangnya, hal ini masih belum bisa diikuti dari sisi perangkat hukum di tanah air yang masih berharap dengan lahirnya UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Pasalnya, payung hukum tersebut kini masih berkutat di DPR dan masih berbentuk rancangan. “Sehingga kini, kita belum punya perangkat hukum untuk menindaklanjuti spam dalam bentuk apapun,” sesal Johar.
( ash / wsh )
Like this Post? Subscribe to our RSS Feed.


Mar 22nd, 2008 at 17:39
[…] Sayangnya, hal ini masih belum bisa diikuti dari sisi perangkat hukum di tanah air yang masih berharap dengan lahirnya UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Pasalnya, payung hukum tersebut kini masih berkutat di DPR dan masih berbentuk rancangan. “Sehingga kini, kita belum punya perangkat hukum untuk menindaklanjuti spam dalam bentuk apapun,” sesal Johar. (visit full artikel). […]