Indeks Tendensi Bisnis BPS dinilai tak realistis
JAKARTA: Perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS) atas nilai indeks tendensi bisnis (ITB) pada triwulan II akan lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya dinilai tidak realistis.
Chief Economist BNI Tony Prasetiantono mengatakan pada periode tiga bulan kedua tahun ini akan terdapat satu bulan yang akan diwarnai dengan peningkatan harga akibat kenaikan Harga BBM bersubsidi.
“Saya tidak sependapat [dengan perkiraan BPS]. Kuartal II kan mengandung Juni, di mana harga BBM sudah naik. Kemungkinannya hanya stagnan atau malah menurun, karena tekanan inflasi lebih besar,” katanya, kepada Bisnis hari ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan nilai indeks tendensi bisnis (ITB) pada triwulan II akan lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya.
Berdasarkan hasil survei tendensi bisnis (STB) BPS terhadap 2.360 perusahaan besar dan sedang, nilai ITB pada tiga bulan kedua tahun ini sebesar 108,61 atau lebih baik dibandingkan triwulan I yang hanya 104,41.
BPS memperkirakan peningkatan kondisi bisnis pada April-Juni akan terjadi di semua sektor usaha kecuali keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan. Pertanian diperkirakan akan mengalami peningkatan tertinggi sementara transportasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang peningkatannya terendah. (ln)
Like this Post? Subscribe to our RSS Feed.


Leave a Reply