Utang Luar Negeri Bakal Turun
Jakarta - Kenaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat akan membuat defisit APBN P 2008 turun dari Rp 94,5 triliun (2,1 persen) menjadi Rp 82,3 triliun (1,8 persen). Pembiayaan dari utang luar negeri pun akan turun.
“Dengan penurunan defisit ini makan financing (pembiayaan) anggaran dari utang akan turun sebesar Rp 12,2 triliun,” ujar Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Kamis malam (15/5/2008).
Walaupun begitu, Rahmat mengakui pembiayaan defisit dari penerbitan SUN (Surat Utang Negara) kemungkinan besar tidak akan diturunkan dari target semula yaitu Rp 117 triliun untuk penerbitan SUN Neto pada APBN P 2008.
“Kalau penurunan defisit Rp 12,2 triliun financing dari surat berharga kemungkinan tidak turun,” katanya.
Alasannya menurut Rahmat adalah karena ada beberapa target pinjaman program yang kemungkinan besar tidak tercapai komitmennya. “Baru diperkirakan ada yang tidak tercapai (komitmennya), seperti dari ADB (Asian Development Bank) yang rencananya sebesar US$ 500 juta, tapi ini belum final,” tuturnya.
Karena itu lanjut Rahmat, untuk mengkompensasi tidak tercapainya komitmen pinjaman tersebut, maka kebutuhan defisit akan dipenuhi melalui penerbitan SUN.
Sementara mengenai tingginya biaya penerbitan SUN akibat tingginya tingkat yield, Rahmat mengatakan dari lelang SUN yang dilakukan pemerintah pada 13 Mei 2008 lalu, yield hasil lelang justru lebih rendah.
“Yield-nya justru lebih rendah dari benchmark kuotasi yang ada di pasar. Dan kuotasi kita lebih baik,” ujarnya.
Rahmat mengatakan pada lelang SUN tersebut SUN yang memiliki tenor panjang ternyata lebih banyak diminati dibandingkan yang tenornya pendek. “Itu menunjukkan investor, terutama asing masih percaya pada kinerja kita di jangka panjang, itu yang perlu dicatat,” tandasnya.
( dnl / ir )
Like this Post? Subscribe to our RSS Feed.


Leave a Reply